Belum Afdol ke Bali Kalau Belum
Tahu Sejarah & Resep Rahasia Nasi Jinggo yang Bikin Nagih Maksimal!
Sejarah Nasi Jinggo:
Kisah di Balik Bungkus Daun Pisang
Nasi Jinggo, hidangan
mungil nan kaya rasa yang mudah ditemukan di berbagai sudut Bali, memiliki
sejarah yang menarik dan beberapa versi mengenai asal-usulnya. Kemunculannya
diperkirakan terjadi sekitar tahun 1980-an di Denpasar, tepatnya di sekitar Jalan Gajah Mada yang
kala itu menjadi pusat aktivitas dengan Pasar Kumbasari yang
buka 24 jam.
Kebutuhan akan makanan
praktis dan terjangkau bagi para pekerja malam dan pengunjung pasar yang
begadang menjadi cikal bakal lahirnya Nasi Jinggo. Sepasang suami-istri
disebut-sebut sebagai pelopor yang menjajakan nasi bungkus dengan lauk
sederhana dari sore hingga malam hari. Kreasi mereka ternyata digemari banyak
orang, sehingga popularitasnya menyebar dengan cepat, tidak hanya di Denpasar
tetapi juga ke kota-kota lain di Bali, bahkan hingga ke luar pulau.
Asal-usul nama "Jinggo" sendiri
memiliki beberapa interpretasi yang menarik:
1.Pengaruh Film
"Djanggo": Salah satu versi
populer mengaitkan nama "Jinggo" dengan judul film koboi "Djanggo" yang sangat terkenal pada masa itu.
Entah bagaimana, nasi bungkus ini kemudian diasosiasikan dengan popularitas
film tersebut.
2.Bahasa Hokkien: Versi lain menyebutkan bahwa
"Jinggo" berasal dari bahasa Hokkien, "cheng-gō͘"
yang berarti "seribu lima ratus". Ini merujuk pada harga jual
Nasi Jinggo sebelum krisis moneter tahun 1997 yang memang berkisar di angka
tersebut.
3."Jagoan": Ada pula yang percaya bahwa nama
"Jinggo" berasal dari kata "jagoan",
sebutan untuk para pengendara motor di Bali yang gemar berkeliling malam. Nasi
Jinggo menjadi makanan favorit mereka setelah atau sebelum "plesiran"
malam.
Terlepas dari mana
asal nama yang paling tepat, Nasi Jinggo telah menjadi bagian tak terpisahkan
dari kehidupan kuliner Bali, merakyat dan digemari oleh berbagai kalangan.
Karakteristik Nasi
Jinggo: Lebih dari Sekadar Porsi Kecil
Meskipun ukurannya
mungil, Nasi Jinggo memiliki karakteristik khas yang membuatnya unik dan
digemari:
1.Porsi Mungil: Ini adalah ciri utama Nasi Jinggo. Nasi putih
yang dikepal kecil disajikan dengan lauk dan sambal dalam bungkusan daun pisang
yang juga berukuran kecil, seringkali berbentuk segitiga atau kerucut. Porsi
yang sedikit ini membuat pembeli seringkali membeli beberapa bungkus sekaligus
untuk merasa kenyang.
2.Bungkusan Daun Pisang: Penggunaan daun pisang sebagai
pembungkus bukan hanya tradisional tetapi juga memberikan aroma khas yang
menambah kenikmatan saat disantap.
4.Isian Sederhana Namun Kaya
Rasa: Meskipun terlihat
sederhana, isian Nasi Jinggo menawarkan perpaduan rasa yang menggugah selera.
Komposisi standar biasanya terdiri dari:
5.Nasi Putih: Nasi putih pulen sebagai dasar.
6.Ayam Suwir Berbumbu: Daging ayam yang disuwir dan dimasak dengan
bumbu khas Bali yang kaya rempah.
7.Sambal Pedas: Sambal yang pedas menjadi elemen penting yang
memberikan "tendangan" rasa pada Nasi Jinggo.
8.Pelengkap: Biasanya ditambahkan pelengkap sederhana
seperti mie goreng, serundeng kelapa, tempe atau tahu goreng yang dipotong
kecil-kecil.
9.Harga Terjangkau: Sejak awal kemunculannya, Nasi Jinggo dikenal
sebagai makanan yang ramah di kantong, menjadikannya pilihan populer bagi
berbagai lapisan masyarakat.
10.Mudah Ditemukan: Nasi Jinggo sangat mudah ditemukan di Bali,
mulai dari pedagang kaki lima di pinggir jalan, warung makan sederhana, hingga
kini juga sering menjadi pilihan praktis untuk berbagai acara.
11.Variasi Modern: Seiring perkembangan zaman, muncul berbagai
variasi Nasi Jinggo. Beberapa penjual menawarkan pilihan nasi kuning, serta
variasi lauk seperti daging sapi, babi (untuk non-halal), telur, dan sayuran
lainnya. Tingkat kepedasan sambal pun bervariasi sesuai selera.
Kombinasi antara
sejarahnya yang merakyat, porsinya yang pas untuk "mengganjal perut",
cita rasanya yang khas, harganya yang terjangkau, dan kemudahannya ditemukan
menjadikan Nasi Jinggo sebagai salah satu ikon kuliner Bali yang tetap eksis
dan dicintai hingga saat ini.
Komponen Utama Nasi
Jinggo
-
Nasi Putih: Dimasak hingga pulen dan menjadi dasar hidangan ini.
-
Ayam Suwir Pelalah: Ayam yang dimasak dengan bumbu khas Bali, kemudian disuwir
halus.
-
Sambal Sero: Sambal pedas yang memberikan sensasi rasa khas pada Nasi Jinggo.
-
Pelengkap: Seperti mie goreng, kering tempe, atau serundeng kelapa yang
menambah variasi rasa dan tekstur.
Resep Nasi Jinggo Rumahan
Ingin
mencoba membuat Nasi Jinggo sendiri di rumah? Berikut resep sederhana yang bisa
Anda ikuti:
Bahan-Bahan:
-
Nasi putih secukupnya
-
Ayam suwir pelalah (lihat resep di bawah)
-
Sambal sero (lihat resep di bawah)
-
Pelengkap: mie goreng, kering tempe, atau serundeng kelapa
-
Daun pisang untuk membungkus
Cara Membuat:
1.
Siapkan selembar daun pisang, letakkan nasi putih secukupnya di tengah.
2.
Tambahkan ayam suwir pelalah, sambal sero, dan pelengkap sesuai selera di atas
nasi.
3.
Bungkus nasi dengan rapi menggunakan daun pisang dan sematkan lidi agar tidak
terbuka.
4.
Nasi Jinggo siap disajikan atau dibawa sebagai bekal praktis.
Resep
Ayam Suwir Pelalah
Bahan:
-
1/2 ekor ayam, potong
-
1/2 sdt garam
-
1/4 sdt gula pasir
-
1 lembar daun salam
-
1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
Bumbu
Halus:
-
6 butir bawang merah
-
3 siung bawang putih
-
1 cm kencur
-
2 cm lengkuas
-
3 butir kemiri, sangrai
-
1 cm kunyit, bakar
-
2 buah cabai merah besar
-
4 buah cabai merah keriting
Cara
Membuat:
1.
Lumuri ayam dengan bumbu halus, garam, gula pasir, daun salam, dan serai.
Diamkan selama 30 menit hingga bumbu meresap.
2.
Panggang dalam oven bersuhu 180 derajat Celsius selama 50 menit hingga matang.
Angkat.
3.
Setelah dingin, suwir-suwir ayam. Ayam suwir pelalah siap digunakan.
Resep
Sambal Sero
*Bahan*:
-
5 buah cabai merah keriting
-
10 buah cabai rawit merah
-
1/2 sdt gula pasir
-
1/2 sdt garam
-
1 sdt terasi
-
4 sdm minyak goreng
*Cara
Membuat*:
1.
Tumis cabai dan terasi hingga harum. Angkat dan haluskan.
2.
Panaskan sisa minyak, masukkan campuran cabai dan terasi yang telah dihaluskan,
tambahkan garam dan gula. Masak hingga matang.
Dengan
mengikuti resep di atas, Anda dapat menikmati kelezatan Nasi Jinggo khas Bali
di rumah. Hidangan ini tidak hanya lezat tetapi juga praktis untuk sarapan atau
bekal. Selamat mencoba!