"Sebelum
Kecanduan Nail Art, Wajib Kuasai 7 Rahasia Ini Biar Kuku Tetap Sehat &
Lentik!"
![]() |
https://ohbulan.com/ |
Apakah Anda penggemar nail art yang sering
menghiasi kuku dengan berbagai desain menarik? Meskipun mempercantik kuku
dengan nail art bisa meningkatkan rasa percaya diri, penting untuk tidak
mengabaikan kesehatan kuku Anda. Tanpa perawatan yang tepat, kuku yang sering
diwarnai atau dihias dapat menjadi rapuh, kering, bahkan mengalami kerusakan
serius. Lalu, bagaimana cara menjaga kuku tetap sehat meski rutin menggunakan
nail art?
* Mengenali Lebih Dekat Indikasi Awal Kerusakan pada Kuku: Langkah
Preventif untuk Mempertahankan Kesehatan dan Keindahan Kuku
Sebelum kita membahas secara mendalam mengenai
berbagai metode perawatan yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan dan
keindahan kuku, langkah awal yang krusial adalah memiliki pemahaman yang
komprehensif mengenai tanda-tanda atau gejala awal yang mengindikasikan bahwa
kuku mulai mengalami kerusakan atau adanya masalah kesehatan. Dengan mengenali
gejala-gejala ini sejak dini, kita dapat mengambil tindakan pencegahan atau
perawatan yang tepat waktu, sehingga mencegah kondisi kuku menjadi lebih buruk
dan mempertahankan kesehatan serta penampilannya. Berikut adalah beberapa
indikasi penting yang perlu diperhatikan sebagai sinyal awal kerusakan pada
kuku:
a. Perubahan Warna Kuku yang Tidak Lazim: Kuku
yang sehat pada umumnya memiliki warna dasar merah muda yang lembut, yang
mencerminkan aliran darah yang sehat di bawah lempeng kuku. Apabila Anda
mengamati adanya perubahan warna yang signifikan dan tidak biasa pada kuku
Anda, seperti munculnya warna kuning yang dapat mengindikasikan adanya infeksi
jamur atau masalah kesehatan lainnya, warna putih yang mungkin menandakan
trauma atau kondisi medis tertentu, atau bahkan warna kehijauan yang seringkali
dikaitkan dengan infeksi bakteri, maka perubahan warna ini patut dicurigai
sebagai indikasi adanya masalah yang mendasarinya dan memerlukan perhatian
lebih lanjut.
b. Kuku yang Mudah Terkelupas atau Terlepas dari
Dasar Kuku (Nail Bed): Kondisi kuku yang menjadi rapuh dan mudah
terkelupas pada lapisan-lapisan permukaannya, atau bahkan mengalami
pengangkatan atau pelepasan dari dasar kuku tempatnya melekat (yang dikenal
sebagai onikolisis), merupakan tanda yang jelas menunjukkan adanya kelemahan
pada struktur kuku. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk
trauma fisik pada kuku, infeksi jamur atau bakteri, paparan bahan kimia yang
keras, reaksi alergi terhadap produk perawatan kuku, atau bahkan dapat menjadi
gejala dari kondisi kesehatan sistemik tertentu. Kuku yang terkelupas atau
terlepas tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga dapat meningkatkan
risiko terjadinya infeksi pada area kuku dan kulit di sekitarnya.
c. Munculnya Penebalan yang Tidak Normal atau
Gelombang pada Permukaan Kuku: Permukaan
kuku yang seharusnya halus dan rata dapat mengalami perubahan tekstur yang
mengindikasikan adanya masalah. Penebalan kuku yang tidak wajar, di mana
lempeng kuku menjadi lebih tebal dari biasanya, dapat disebabkan oleh infeksi
jamur kronis, psoriasis kuku, atau respons terhadap trauma berulang. Selain
itu, munculnya garis-garis horizontal (garis Beau) atau vertikal yang dalam,
serta permukaan kuku yang bergelombang atau tidak rata, juga dapat menjadi
indikasi adanya gangguan pertumbuhan kuku yang mungkin disebabkan oleh infeksi,
trauma akibat proses nail art yang tidak tepat atau terlalu agresif,
kekurangan nutrisi tertentu, atau bahkan kondisi kesehatan internal yang mempengaruhi
pertumbuhan kuku. Perubahan tekstur pada permukaan kuku ini tidak hanya
mempengaruhi estetika kuku, tetapi juga dapat mengindikasikan adanya masalah
yang perlu diidentifikasi dan ditangani dengan tepat.
Tips Merawat Kuku Setelah Nail Art
Untuk menjaga kuku tetap sehat dan kuat setelah
sering menggunakan nail art, berikut beberapa langkah perawatan yang dapat Anda
lakukan:
1. Mencegah
Kerusakan Kuku dengan Menghindari Pelepasan Nail Art Secara Paksa: Pentingnya
Proses Penghapusan yang Lembut dan Profesional
Ketika tiba saatnya untuk
menghilangkan desain nail art yang menghiasi kuku Anda, sangat penting untuk
menahan diri dari keinginan untuk menarik atau mengelupasnya secara paksa.
Tindakan yang terburu-buru dan kasar ini dapat menimbulkan dampak negatif yang
signifikan pada kesehatan dan kekuatan kuku alami Anda, terutama pada lapisan
atas kuku yang dikenal sebagai lempeng kuku. Lempeng kuku terdiri dari lapisan-lapisan
keratin yang saling terhubung, dan pelepasan nail art secara paksa dapat
menyebabkan lapisan-lapisan ini terkelupas, menipis, atau bahkan retak.
Kerusakan
pada lapisan atas kuku tidak hanya membuat kuku terlihat tidak sehat dan kusam,
tetapi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kuku lainnya.
Kuku yang menipis dan rapuh menjadi lebih rentan terhadap patah, mengelupas,
dan infeksi jamur atau bakteri. Selain itu, proses pemulihan kuku yang rusak
membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga penampilan kuku secara keseluruhan
dapat terganggu dalam jangka waktu tertentu.
Mengingat
potensi risiko kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh pelepasan nail art secara
paksa, cara terbaik dan paling aman untuk menghapus desain kuku tersebut adalah
dengan mempercayakan prosesnya kepada para profesional di salon kecantikan.
Para nail artist terlatih memiliki pengetahuan dan keterampilan yang
diperlukan, serta menggunakan produk dan teknik khusus yang dirancang untuk
melarutkan atau mengangkat nail art dengan lembut tanpa merusak lapisan alami
kuku.
Di
salon kecantikan, proses penghapusan nail art biasanya melibatkan penggunaan
cairan penghapus khusus yang diformulasikan untuk melunakkan lapisan nail art,
baik itu cat kuku biasa, gel polish, akrilik, maupun jenis nail art lainnya.
Nail artist akan mengaplikasikan cairan penghapus ini dengan hati-hati dan
membiarkannya bekerja selama beberapa waktu sesuai dengan jenis nail art yang
digunakan. Setelah nail art melunak, mereka akan mengangkatnya secara perlahan
dan lembut menggunakan alat yang sesuai, tanpa memberikan tekanan berlebih pada
permukaan kuku.
Dengan
memilih untuk mengunjungi salon kecantikan untuk proses penghapusan nail art,
Anda tidak hanya meminimalkan risiko kerusakan pada kuku alami Anda, tetapi
juga memastikan bahwa proses tersebut dilakukan dengan bersih dan profesional.
Ini merupakan investasi kecil untuk menjaga kesehatan dan keindahan kuku Anda
dalam jangka panjang, sehingga Anda dapat terus menikmati tampilan nail art
yang menarik tanpa mengorbankan kondisi kuku alami Anda.
2. Memanfaatkan Nail Buffer untuk Menciptakan Permukaan Kuku yang Halus dan Merata Pasca
Penghapusan Nail Art
Setelah
proses penghapusan nail art selesai dilakukan, langkah selanjutnya
yang memiliki peran signifikan dalam menjaga kesehatan dan penampilan kuku
adalah penggunaan nail buffer. Alat yang dirancang khusus dengan
permukaan yang berbeda tingkat kehalusannya ini berfungsi untuk menghaluskan kembali
permukaan kuku yang mungkin terasa kasar, bergelombang, atau tidak merata
akibat aplikasi dan penghapusan berbagai produk nail art, seperti cat
kuku, gel, atau hiasan lainnya. Proses penghalusan ini sangat penting karena
membantu mengembalikan tekstur alami kuku yang halus dan mulus, yang tidak
hanya meningkatkan estetika kuku secara keseluruhan tetapi juga berperan dalam
mencegah terjadinya pengelupasan kuku lebih lanjut.
Permukaan
kuku yang kasar atau tidak rata dapat menjadi titik awal terjadinya kerusakan,
seperti retakan atau pengelupasan lapisan kuku. Dengan menggunakan nail
buffer secara lembut dan hati-hati, Anda dapat menghilangkan
ketidaksempurnaan pada permukaan kuku, menciptakan lapisan yang lebih homogen
dan kuat. Proses ini juga membantu meningkatkan sirkulasi darah di area sekitar
kuku, yang dapat merangsang pertumbuhan kuku yang lebih sehat dan kuat.
Dalam
penggunaannya, penting untuk memilih nail buffer dengan tingkat
kehalusan yang tepat. Mulailah dengan sisi yang lebih kasar untuk menghilangkan
gerigi atau ketidakrataan yang signifikan, kemudian lanjutkan dengan sisi yang
lebih halus untuk menghaluskan permukaan kuku secara keseluruhan dan memberikan
kilau alami yang lembut. Lakukan gerakan menggosok secara searah dan hindari
menggosok terlalu keras atau terlalu sering pada satu area, karena hal ini
justru dapat menipiskan lapisan kuku.
Penggunaan
nail buffer secara teratur setelah penghapusan nail art
merupakan investasi kecil dalam menjaga kesehatan dan keindahan kuku Anda.
Dengan permukaan kuku yang halus dan merata, cat kuku yang akan diaplikasikan
selanjutnya juga akan terlihat lebih rapi dan tahan lama. Selain itu, kuku yang
halus juga cenderung lebih kuat dan tidak mudah mengalami masalah seperti
pengelupasan atau patah.
3. Mengaplikasikan Minyak Kutikula Secara Teratur: Langkah Esensial
untuk Hidrasi Area Kuku dan Kutikula, Pencegahan Kekeringan, serta Penguatan
Struktur Kuku
Penggunaan
minyak kutikula secara rutin merupakan sebuah praktik perawatan kuku yang
seringkali diabaikan, padahal memiliki peran yang sangat signifikan dalam
menjaga kesehatan dan keindahan kuku serta area di sekitarnya. Minyak kutikula
diformulasikan secara khusus untuk memberikan kelembapan intensif pada kulit di
sekitar kuku (perionikium) dan kutikula itu sendiri—lapisan tipis kulit mati
yang terletak di dasar kuku. Dengan menjaga kelembapan area ini, minyak
kutikula secara efektif mencegah terjadinya kekeringan yang dapat menyebabkan
kutikula menjadi kasar, mengelupas, atau bahkan robek, yang tidak hanya merusak
penampilan kuku tetapi juga membuka pintu bagi potensi infeksi bakteri atau jamur.
Lebih
dari sekadar melembapkan, aplikasi minyak kutikula secara teratur juga
berkontribusi dalam memperkuat struktur kuku dari dalam. Kandungan nutrisi dan
vitamin dalam minyak kutikula, seperti vitamin E dan berbagai jenis minyak
alami (misalnya minyak jojoba, minyak almond, atau minyak alpukat), meresap ke
dalam lapisan kuku, membantu meningkatkan elastisitasnya dan membuatnya menjadi
lebih tahan terhadap kerapuhan, patah, atau pengelupasan. Kuku yang kuat dan
lentur akan terlihat lebih sehat dan mampu tumbuh dengan baik tanpa mudah
mengalami kerusakan.
Untuk
mendapatkan hasil yang paling optimal dari penggunaan minyak kutikula,
disarankan untuk mengaplikasikannya secara rutin, terutama pada waktu-waktu
tertentu di mana kelembapan alami kulit cenderung berkurang. Salah satu waktu
yang ideal adalah setelah mandi, ketika kulit dan kuku masih dalam keadaan
sedikit lembap, sehingga penyerapan minyak dapat lebih maksimal. Selain itu,
mengaplikasikan minyak kutikula sebelum tidur juga sangat dianjurkan, karena memberikan
waktu bagi minyak untuk meresap dan bekerja semalaman tanpa terganggu aktivitas
sehari-hari.
Cara
pengaplikasian minyak kutikula pun cukup sederhana. Cukup oleskan setetes kecil
minyak pada setiap kutikula dan area kulit di sekitar kuku. Kemudian, pijat
lembut area tersebut dengan gerakan melingkar untuk membantu minyak meresap
secara merata. Lakukan kebiasaan ini setiap hari atau setidaknya beberapa kali
dalam seminggu untuk menjaga kuku tetap sehat, kuat, dan kutikula tetap lembut
serta terawat. Dengan menjadikan aplikasi minyak kutikula sebagai bagian tak
terpisahkan dari rutinitas perawatan kuku Anda, Anda akan berkontribusi
signifikan terhadap kesehatan dan keindahan kuku Anda dalam jangka panjang.
4. Mengaplikasikan Hand and Nail Cream Secara Teratur: Upaya
Esensial dalam Mempertahankan Kelembapan dan Kesehatan Optimal Kuku Serta Kulit
di Area Sekitarnya
Penggunaan krim khusus untuk tangan dan kuku
merupakan langkah perawatan yang krusial dalam menjaga hidrasi yang adekuat
serta kesehatan menyeluruh dari kuku dan kulit halus yang mengelilinginya.
Pelembap yang diformulasikan secara spesifik untuk area ini memiliki kemampuan
untuk menutrisi secara mendalam, mencegah kekeringan yang dapat menyebabkan
kuku menjadi rapuh dan mudah patah, serta menjaga kelembutan dan elastisitas
kulit tangan.
Dalam memilih produk hand and nail cream
yang tepat, pertimbangkanlah kandungan bahan-bahan alaminya. Bahan-bahan
seperti ekstrak aloe vera dikenal luas karena sifatnya yang menenangkan,
melembapkan, dan membantu proses regenerasi sel kulit. Kandungan vitamin E,
sebagai antioksidan yang kuat, juga sangat bermanfaat dalam menutrisi kuku dan
kulit, melindungi dari kerusakan akibat radikal bebas, serta membantu menjaga
kelembapan alami. Selain kedua bahan tersebut, kandungan minyak alami seperti
minyak almond, minyak jojoba, atau shea butter juga dapat memberikan manfaat
hidrasi dan nutrisi yang optimal.
Mengaplikasikan hand and nail cream secara
teratur, terutama setelah mencuci tangan atau terpapar air dan sabun, sangat
dianjurkan untuk menggantikan kelembapan yang mungkin hilang. Pijat krim secara
lembut pada seluruh permukaan tangan, fokuskan pada area kutikula dan pangkal
kuku agar nutrisi dapat meresap secara maksimal. Kebiasaan ini tidak hanya
menjaga kuku tetap kuat dan sehat, tetapi juga membuat kulit tangan terasa
lebih halus, lembut, dan terawat. Dengan memilih produk yang tepat dan
mengaplikasikannya secara konsisten, Anda berinvestasi dalam kesehatan dan
keindahan tangan serta kuku Anda dalam jangka panjang.
5. Memberikan Jeda Waktu yang Cukup Antara Aplikasi Seni Kuku (Nail Art): Langkah Esensial
untuk Pemulihan dan Pencegahan Kerusakan Lebih Lanjut pada Struktur Kuku
Meskipun
daya tarik dan ekspresi kreatif yang ditawarkan oleh seni kuku (nail art)
sangat memikat dan menjadi bagian integral dari gaya personal bagi banyak
individu, penting untuk menyadari bahwa kuku, sebagai bagian tubuh yang juga
memiliki struktur biologis, memerlukan waktu untuk pemulihan dan regenerasi.
Oleh karena itu, meskipun Anda memiliki antusiasme yang tinggi terhadap nail
art dan menikmati tampilan kuku yang dihias, memberikan jeda waktu
istirahat yang memadai di antara periode penggunaan nail art merupakan
praktik yang sangat dianjurkan demi menjaga kesehatan dan kekuatan kuku dalam
jangka panjang.
Setelah
proses penghapusan nail art, baik itu berupa cat kuku biasa, gel
polish, akrilik, maupun bentuk dekorasi kuku lainnya, permukaan kuku dan
lapisan-lapisan di bawahnya mungkin mengalami tekanan atau bahkan sedikit
trauma akibat proses aplikasi dan penghapusan produk-produk tersebut. Bahan-bahan
kimia yang terkandung dalam beberapa produk nail art, meskipun aman
dalam penggunaannya, dapat berpotensi menyebabkan dehidrasi pada kuku atau
sedikit mengikis lapisan permukaan kuku jika digunakan secara terus-menerus
tanpa adanya periode istirahat.
Memberikan
waktu bagi kuku untuk "bernapas" setelah penghapusan nail art
memungkinkan kuku untuk memulihkan kelembapan alaminya, meregenerasi sel-sel
yang mungkin mengalami kerusakan mikro, dan mengembalikan kekuatan
strukturalnya. Periode istirahat ini idealnya berlangsung selama beberapa
minggu, meskipun durasinya dapat bervariasi tergantung pada jenis nail art
yang sebelumnya digunakan, kondisi kesehatan kuku individu, dan seberapa sering
nail art diaplikasikan.
Selama
masa jeda ini, Anda dapat memanfaatkan kesempatan untuk memberikan perawatan
intensif pada kuku Anda. Mengaplikasikan minyak kutikula secara teratur dapat
membantu melembapkan dan menutrisi area kutikula serta matriks kuku, yang
merupakan tempat pertumbuhan kuku baru. Penggunaan nail strengthener
atau penguat kuku juga dapat membantu memperkuat lapisan kuku dan mencegah
kerapuhan atau pengelupasan. Selain itu, menjaga kuku tetap pendek dan rapi
selama periode istirahat dapat membantu mengurangi risiko patah atau kerusakan
lainnya.
Dengan
memberikan jeda waktu yang cukup antara aplikasi nail art, Anda tidak
hanya membantu kuku Anda memulihkan diri dari potensi tekanan atau efek bahan
kimia, tetapi juga secara proaktif mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut
seperti kuku menjadi tipis, rapuh, mudah patah, atau bahkan perubahan warna
yang tidak diinginkan. Praktik ini merupakan investasi penting dalam menjaga
kesehatan dan keindahan alami kuku Anda, memungkinkan Anda untuk terus
menikmati nail art favorit Anda tanpa mengorbankan kesehatan kuku dalam
jangka panjang.
6. Minimalkan Kontak Berlebihan dengan Air dan Paparan Bahan Kimia
Agresif Guna Mempertahankan Keindahan dan Ketahanan Nail Art
Setelah Anda menghiasi kuku dengan nail art yang
menawan, langkah krusial berikutnya adalah berupaya semaksimal mungkin untuk
mengurangi frekuensi kontak langsung antara tangan Anda dengan air dalam jangka
waktu yang lama serta menghindari paparan terhadap bahan-bahan kimia keras yang
berpotensi merusak desain dan lapisan pelindung nail art. Kelembapan berlebihan
dan kandungan zat kimia yang kuat dalam berbagai produk pembersih dapat secara
signifikan mengurangi daya tahan nail art, menyebabkan cat kuku menjadi lebih
mudah terkelupas, warna memudar, atau bahkan merusak detail desain yang telah
diaplikasikan dengan susah payah.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengambil
langkah-langkah pencegahan yang proaktif dalam aktivitas sehari-hari yang
melibatkan kontak dengan air atau bahan kimia. Salah satu tindakan yang sangat
efektif adalah dengan membiasakan diri menggunakan sarung tangan pelindung,
terutama saat Anda mencuci piring, membersihkan kamar mandi, atau melakukan
berbagai pekerjaan rumah tangga lainnya yang mengharuskan tangan Anda
bersentuhan langsung dengan air dan deterjen atau cairan pembersih lainnya.
Deterjen dan bahan kimia rumah tangga seringkali mengandung senyawa yang keras
dan dapat mengikis lapisan cat kuku serta melemahkan perekat antara cat kuku
dan permukaan kuku alami.
Selain saat melakukan pekerjaan rumah tangga,
pertimbangkan juga untuk menggunakan sarung tangan saat Anda berkebun atau
melakukan aktivitas lain yang melibatkan kontak tangan dengan tanah yang lembap
atau bahan-bahan kimia pertanian. Paparan air yang berkepanjangan, seperti saat
berenang dalam waktu yang lama atau berendam di bak mandi, juga dapat
melunakkan lapisan cat kuku dan membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan.
Jika Anda berencana melakukan aktivitas-aktivitas tersebut, ada baiknya untuk
mempertimbangkan penggunaan lapisan top coat tambahan yang berkualitas
baik sebelum dan sesudah aktivitas untuk memberikan perlindungan ekstra pada
nail art Anda.
Dengan meminimalisir kontak berlebihan dengan air
dan menghindari paparan langsung terhadap bahan kimia agresif, Anda secara
signifikan dapat memperpanjang masa pakai nail art Anda, menjaga keindahan
desainnya tetap utuh, dan memastikan investasi waktu dan biaya yang telah Anda
keluarkan untuk mempercantik kuku tidak sia-sia. Langkah sederhana ini
merupakan bagian penting dari perawatan nail art pasca-aplikasi yang akan
membantu Anda menikmati tampilan kuku yang menawan lebih lama.
7. Memastikan Asupan Nutrisi Esensial yang Mendukung Kesehatan dan
Kekuatan Kuku dari Dalam Tubuh
Kesehatan
dan kekuatan kuku tidak hanya dipengaruhi oleh perawatan dari luar, seperti
penggunaan kuteks atau pelembap kuku, tetapi juga sangat bergantung pada
ketersediaan nutrisi yang memadai dari dalam tubuh. Asupan makanan yang kaya
akan vitamin dan mineral tertentu memegang peranan krusial dalam menjaga
struktur kuku yang kuat, mencegah kerapuhan, dan mendorong pertumbuhan yang
sehat. Beberapa nutrisi utama yang sangat penting untuk kesehatan kuku antara
lain vitamin B kompleks, kalsium, dan zinc.
Vitamin B
kompleks, yang terdiri dari berbagai jenis vitamin B seperti biotin (vitamin
B7), niacin (vitamin B3), dan vitamin B12, memiliki peran vital dalam
pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh, termasuk sel-sel yang membentuk
kuku. Biotin, khususnya, sering dikaitkan dengan peningkatan kekuatan dan
ketebalan kuku, serta pencegahan kerapuhan dan kerusakan. Niacin berperan dalam
melancarkan aliran darah, yang penting untuk memastikan nutrisi dapat mencapai
akar kuku secara efektif. Sementara itu, vitamin B12 berkontribusi pada pembentukan
sel darah merah yang sehat, yang juga mendukung pertumbuhan kuku yang optimal.
Kalsium,
mineral yang terkenal akan perannya dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi,
juga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kekuatan dan kekerasan kuku.
Kekurangan kalsium dapat menyebabkan kuku menjadi lemah, mudah patah, dan
tumbuh lebih lambat. Oleh karena itu, memastikan asupan kalsium yang cukup
melalui makanan seperti produk susu, sayuran hijau, dan ikan sangat penting
untuk menjaga kuku tetap kuat dan tidak mudah rusak.
Zinc,
sebagai mineral penting lainnya, berperan dalam berbagai proses biologis dalam
tubuh, termasuk pertumbuhan sel dan sintesis protein. Kuku sebagian besar
terdiri dari protein keratin, dan zinc dibutuhkan untuk produksi keratin yang
sehat. Kekurangan zinc dapat menyebabkan berbagai masalah pada kuku, seperti
munculnya bintik-bintik putih, pertumbuhan yang lambat, dan tekstur yang tidak
rata. Sumber makanan yang kaya akan zinc antara lain daging merah,
kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Meskipun
mengoptimalkan asupan nutrisi melalui makanan sehari-hari adalah langkah yang
ideal, dalam beberapa kondisi, kebutuhan nutrisi tertentu mungkin tidak
tercukupi. Jika Anda mengalami masalah kuku yang persisten seperti kerapuhan,
pertumbuhan yang lambat, atau perubahan warna yang tidak normal, dan Anda
mencurigai adanya kekurangan nutrisi, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan
profesional kesehatan, seperti dokter atau ahli gizi. Setelah melakukan
evaluasi dan pemeriksaan yang diperlukan, profesional kesehatan dapat
memberikan rekomendasi yang tepat mengenai perlunya konsumsi suplemen vitamin
atau mineral tertentu untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan
mendukung kesehatan kuku Anda dari dalam. Penting untuk diingat bahwa
penggunaan suplemen sebaiknya selalu dilakukan di bawah pengawasan profesional
kesehatan untuk memastikan dosis yang tepat dan menghindari potensi efek
samping yang tidak diinginkan.