Gak Percaya Makanan
Bali Bisa Halal dan Enak? 5 Resep Ini Bikin Kamu Melongo!
Pernahkah
Anda membayangkan menikmati lezatnya kuliner khas Bali tanpa harus berkunjung
ke Pulau Dewata? Ternyata, Anda bisa menghadirkan cita rasa autentik Bali
langsung di dapur Anda dengan mencoba berbagai resep makanan khas Bali yang
halal dan menggugah selera. Berikut beberapa rekomendasi yang patut dicoba:
1. Ayam Bumbu Bali
![]() |
https://www.masakapahariini.com/ |
Hidangan
khas Bali ini menghadirkan potongan ayam yang dimasak dengan perpaduan bumbu
merah khas, menciptakan cita rasa yang pedas, gurih, dan kaya akan rempah.
Bumbu merah yang digunakan terdiri dari campuran berbagai rempah pilihan,
seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, tomat, serta tambahan rempah
aromatik lainnya seperti serai, daun jeruk, dan lengkuas.
Proses
memasaknya diawali dengan menumis bumbu yang telah dihaluskan hingga harum dan
mengeluarkan minyak, yang menandakan bahwa bumbu telah matang dengan sempurna.
Setelah itu, potongan ayam dimasukkan ke dalam wajan, lalu diaduk merata agar
setiap bagian ayam terlapisi oleh bumbu yang kaya rasa. Proses memasak ini
dilakukan dengan api kecil hingga sedang agar ayam matang secara merata dan bumbunya
meresap hingga ke dalam daging.
Agar cita
rasa semakin kaya, biasanya ditambahkan sedikit air atau santan untuk
memberikan kelembutan dan kekayaan rasa pada kuahnya. Setelah bumbu meresap
sempurna dan kuah mulai mengental, ayam siap disajikan. Hidangan ini biasanya
dinikmati dengan nasi putih hangat, lalapan segar, serta sambal matah khas Bali
yang memberikan sensasi segar dan pedas yang menggugah selera.
2. Sate Lilit Ayam
![]() |
https://cookpad.com/ |
Sate
Lilit Ayam merupakan salah satu kuliner khas Bali yang memiliki cita rasa unik
dan berbeda dari sate pada umumnya. Jika biasanya sate dibuat dengan cara
menusukkan potongan daging ke tusukan bambu, maka sate lilit menggunakan teknik
yang berbeda, yaitu dengan melilitkan adonan daging ayam yang telah dihaluskan
dan dibumbui secara merata pada batang serai atau tusukan bambu yang lebih
lebar. Penggunaan batang serai sebagai media lilitan tidak hanya berfungsi
sebagai pegangan tetapi juga memberikan aroma harum yang khas ketika sate
dipanggang.
Adonan
daging ayam dalam sate lilit dibuat dengan mencampurkan berbagai bumbu khas
Nusantara, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, ketumbar, kunyit,
lengkuas, dan serai yang telah dihaluskan. Tak hanya itu, terkadang ditambahkan
juga daun jeruk yang dicincang halus untuk memberikan aroma yang lebih segar.
Campuran bumbu ini membuat daging ayam terasa lebih gurih, pedas, dan kaya
rempah setelah dipanggang.
Proses
memasak sate lilit pun cukup sederhana. Setelah adonan daging dibumbui dengan
sempurna, adonan tersebut kemudian dililitkan secara merata pada batang serai
atau tusukan bambu hingga membentuk sate yang padat dan kokoh. Sate kemudian
dipanggang di atas bara api atau pemanggang hingga matang sempurna,
menghasilkan tekstur yang sedikit renyah di luar namun tetap lembut dan juicy di
dalam.
Untuk
penyajian, Sate Lilit Ayam biasanya dinikmati dengan nasi putih hangat serta
pelengkap khas Bali seperti sambal matah atau sambal embe. Sambal matah yang
terdiri dari irisan bawang merah, cabai rawit, serai, dan perasan jeruk limau
memberikan rasa segar dan pedas yang menyatu dengan gurihnya sate. Sementara
itu, sambal embe yang terbuat dari bawang goreng dan cabai memberikan sentuhan
gurih dan sedikit manis yang memperkaya rasa hidangan ini.
Sate
Lilit Ayam tidak hanya populer di Bali, tetapi juga semakin dikenal luas di
berbagai daerah bahkan di luar negeri karena rasanya yang lezat serta cara
pembuatannya yang unik. Hidangan ini sering kali disajikan dalam acara adat,
perayaan, atau sekadar sebagai menu makan sehari-hari bagi pencinta kuliner
khas Bali.
3. Tum Ayam
![]() |
(shutterstock/sri widyowati) |
Tum Ayam
adalah salah satu hidangan khas Bali yang memiliki cita rasa khas dan cara
pengolahan yang unik. Hidangan ini mirip dengan pepes, yaitu makanan yang
dibungkus dalam daun pisang dan dikukus hingga matang. Namun, yang membuat Tum
Ayam berbeda adalah penggunaan bumbu khas Bali yang kaya akan rempah-rempah,
sehingga menghasilkan aroma yang harum dan rasa yang begitu lezat.
Dalam
proses pembuatannya, daging ayam cincang dicampur dengan berbagai bumbu rempah
seperti bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, kunyit, dan daun salam
yang telah dihaluskan atau diiris tipis. Campuran ini kemudian dibungkus
menggunakan daun pisang, yang tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus tetapi
juga memberikan aroma khas saat dikukus. Proses pengukusan ini memungkinkan
bumbu meresap sempurna ke dalam daging ayam, menciptakan perpaduan rasa yang
gurih, sedikit pedas, dan beraroma khas rempah.
Selain
memiliki tekstur yang lembut, Tum Ayam juga dikenal sebagai hidangan yang sehat
karena tidak melalui proses penggorengan. Kandungan rempah-rempah yang
digunakan dalam bumbu Tum Ayam juga memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti
kunyit yang bersifat antiinflamasi dan bawang putih yang baik untuk
meningkatkan daya tahan tubuh. Hidangan ini biasanya disajikan sebagai lauk
pendamping nasi putih hangat, dengan tambahan sambal dan sayuran segar untuk
menambah kenikmatannya.
Karena
kelezatannya dan cara pembuatannya yang cukup sederhana, Tum Ayam menjadi salah
satu menu favorit dalam berbagai kesempatan, baik dalam hidangan sehari-hari
maupun sebagai bagian dari sajian tradisional di acara-acara khusus di Bali.
4. Lawar Ayam
![]() |
(shutterstock/Ketut Mahendri) |
Lawar
Ayam adalah salah satu hidangan tradisional khas Bali yang sangat populer,
terutama karena cita rasanya yang kaya akan rempah dan teksturnya yang beragam.
Hidangan ini merupakan perpaduan antara daging ayam yang dicincang halus dengan
berbagai sayuran segar, yang kemudian dibumbui menggunakan aneka rempah khas
Bali.
Pada
versi halal dari lawar ini, daging ayam digunakan sebagai bahan utama, menggantikan
daging babi yang biasa digunakan dalam variasi lainnya. Daging ayam yang telah
dicincang dicampurkan dengan kacang panjang yang diiris tipis, parutan kelapa
yang telah disangrai, serta bumbu khas seperti bawang merah, bawang putih,
cabai merah dan rawit, kencur, terasi, serta perasan jeruk limau untuk menambah
kesegaran rasa.
Proses
pembuatannya cukup sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian dalam mencampur
bumbu agar cita rasa lawar tetap autentik. Setelah semua bahan dicampur, lawar
ayam biasanya disajikan sebagai pelengkap nasi putih bersama hidangan utama
seperti ayam betutu atau sate lilit.
Lawar ayam memiliki kombinasi rasa yang gurih dari kelapa sangrai dan daging ayam, pedas dari cabai, serta sedikit asam segar dari jeruk limau. Teksturnya pun beragam, dengan kelembutan daging ayam yang berpadu dengan kerenyahan kacang panjang. Hidangan ini sering kali menjadi pilihan dalam berbagai upacara adat Bali atau acara keluarga karena melambangkan kebersamaan dan kekayaan budaya kuliner Bali.
Jika Anda
ingin mencoba hidangan khas Bali yang sederhana namun kaya rasa, lawar ayam
bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dinikmati bersama keluarga.
5. Sate Kakul (Kerang)
![]() |
/https://www.agrowindo.com/ |
Sate
Kakul adalah salah satu kuliner khas Bali yang menggunakan bahan utama daging
kerang atau kakul, yaitu sejenis siput air tawar. Proses pembuatannya dimulai
dengan membersihkan kerang hingga benar-benar bersih, kemudian direbus sebentar
agar teksturnya lebih empuk. Setelah itu, daging kerang diberi bumbu khas Bali
yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai, ketumbar, kunyit,
jahe, serta sedikit terasi untuk menambah cita rasa gurih.
Setelah
dibumbui, daging kerang ditusukkan pada tusukan sate, biasanya menggunakan
tusuk bambu atau batang serai agar aroma bakaran lebih harum. Sate kemudian
dibakar di atas bara api hingga matang, sambil sesekali diolesi dengan bumbu
tambahan agar rasanya semakin meresap dan teksturnya tetap juicy.
Hidangan
ini biasanya disajikan dengan pelengkap seperti sambal matah yang segar, sambal
kacang yang gurih, atau sambal terasi yang memiliki cita rasa khas. Tak jarang,
sate kakul juga disantap bersama nasi putih hangat, plecing kangkung, dan
taburan bawang goreng agar semakin nikmat. Perpaduan rasa gurih dari bumbu,
aroma asap dari pembakaran, serta kelembutan daging kerang menjadikan sate
kakul sebagai salah satu hidangan favorit para pecinta seafood dan kuliner khas
Bali.