-->

Notification

×

Iklan

**** UPDATE INFORMASI TERBARU - BERITA-TEKINI- TRENDING-INFO KESEHATAN- INFO LOWONGAN KERJA- HOBI - INFO PENDIDIKAN****

​Gak Percaya Makanan Bali Bisa Halal dan Enak? 5 Resep Ini Bikin Kamu Melongo!-Resep Makanan Bali

Monday, March 24, 2025 | 12:51 AM WIB | 000 Views Last Updated 2025-03-26T23:39:13Z

Gak Percaya Makanan Bali Bisa Halal dan Enak? 5 Resep Ini Bikin Kamu Melongo!

 

 

Pernahkah Anda membayangkan menikmati lezatnya kuliner khas Bali tanpa harus berkunjung ke Pulau Dewata? Ternyata, Anda bisa menghadirkan cita rasa autentik Bali langsung di dapur Anda dengan mencoba berbagai resep makanan khas Bali yang halal dan menggugah selera. Berikut beberapa rekomendasi yang patut dicoba:​





1. Ayam Bumbu Bali

https://www.masakapahariini.com/



Hidangan khas Bali ini menghadirkan potongan ayam yang dimasak dengan perpaduan bumbu merah khas, menciptakan cita rasa yang pedas, gurih, dan kaya akan rempah. Bumbu merah yang digunakan terdiri dari campuran berbagai rempah pilihan, seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, tomat, serta tambahan rempah aromatik lainnya seperti serai, daun jeruk, dan lengkuas.



Proses memasaknya diawali dengan menumis bumbu yang telah dihaluskan hingga harum dan mengeluarkan minyak, yang menandakan bahwa bumbu telah matang dengan sempurna. Setelah itu, potongan ayam dimasukkan ke dalam wajan, lalu diaduk merata agar setiap bagian ayam terlapisi oleh bumbu yang kaya rasa. Proses memasak ini dilakukan dengan api kecil hingga sedang agar ayam matang secara merata dan bumbunya meresap hingga ke dalam daging.



Agar cita rasa semakin kaya, biasanya ditambahkan sedikit air atau santan untuk memberikan kelembutan dan kekayaan rasa pada kuahnya. Setelah bumbu meresap sempurna dan kuah mulai mengental, ayam siap disajikan. Hidangan ini biasanya dinikmati dengan nasi putih hangat, lalapan segar, serta sambal matah khas Bali yang memberikan sensasi segar dan pedas yang menggugah selera.




2. Sate Lilit Ayam

https://cookpad.com/


Sate Lilit Ayam merupakan salah satu kuliner khas Bali yang memiliki cita rasa unik dan berbeda dari sate pada umumnya. Jika biasanya sate dibuat dengan cara menusukkan potongan daging ke tusukan bambu, maka sate lilit menggunakan teknik yang berbeda, yaitu dengan melilitkan adonan daging ayam yang telah dihaluskan dan dibumbui secara merata pada batang serai atau tusukan bambu yang lebih lebar. Penggunaan batang serai sebagai media lilitan tidak hanya berfungsi sebagai pegangan tetapi juga memberikan aroma harum yang khas ketika sate dipanggang.



Adonan daging ayam dalam sate lilit dibuat dengan mencampurkan berbagai bumbu khas Nusantara, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, ketumbar, kunyit, lengkuas, dan serai yang telah dihaluskan. Tak hanya itu, terkadang ditambahkan juga daun jeruk yang dicincang halus untuk memberikan aroma yang lebih segar. Campuran bumbu ini membuat daging ayam terasa lebih gurih, pedas, dan kaya rempah setelah dipanggang.



Proses memasak sate lilit pun cukup sederhana. Setelah adonan daging dibumbui dengan sempurna, adonan tersebut kemudian dililitkan secara merata pada batang serai atau tusukan bambu hingga membentuk sate yang padat dan kokoh. Sate kemudian dipanggang di atas bara api atau pemanggang hingga matang sempurna, menghasilkan tekstur yang sedikit renyah di luar namun tetap lembut dan juicy di dalam.



Untuk penyajian, Sate Lilit Ayam biasanya dinikmati dengan nasi putih hangat serta pelengkap khas Bali seperti sambal matah atau sambal embe. Sambal matah yang terdiri dari irisan bawang merah, cabai rawit, serai, dan perasan jeruk limau memberikan rasa segar dan pedas yang menyatu dengan gurihnya sate. Sementara itu, sambal embe yang terbuat dari bawang goreng dan cabai memberikan sentuhan gurih dan sedikit manis yang memperkaya rasa hidangan ini.



Sate Lilit Ayam tidak hanya populer di Bali, tetapi juga semakin dikenal luas di berbagai daerah bahkan di luar negeri karena rasanya yang lezat serta cara pembuatannya yang unik. Hidangan ini sering kali disajikan dalam acara adat, perayaan, atau sekadar sebagai menu makan sehari-hari bagi pencinta kuliner khas Bali.



3. Tum Ayam


(shutterstock/sri widyowati)

Tum Ayam adalah salah satu hidangan khas Bali yang memiliki cita rasa khas dan cara pengolahan yang unik. Hidangan ini mirip dengan pepes, yaitu makanan yang dibungkus dalam daun pisang dan dikukus hingga matang. Namun, yang membuat Tum Ayam berbeda adalah penggunaan bumbu khas Bali yang kaya akan rempah-rempah, sehingga menghasilkan aroma yang harum dan rasa yang begitu lezat.



Dalam proses pembuatannya, daging ayam cincang dicampur dengan berbagai bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, kunyit, dan daun salam yang telah dihaluskan atau diiris tipis. Campuran ini kemudian dibungkus menggunakan daun pisang, yang tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus tetapi juga memberikan aroma khas saat dikukus. Proses pengukusan ini memungkinkan bumbu meresap sempurna ke dalam daging ayam, menciptakan perpaduan rasa yang gurih, sedikit pedas, dan beraroma khas rempah.



Selain memiliki tekstur yang lembut, Tum Ayam juga dikenal sebagai hidangan yang sehat karena tidak melalui proses penggorengan. Kandungan rempah-rempah yang digunakan dalam bumbu Tum Ayam juga memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti kunyit yang bersifat antiinflamasi dan bawang putih yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Hidangan ini biasanya disajikan sebagai lauk pendamping nasi putih hangat, dengan tambahan sambal dan sayuran segar untuk menambah kenikmatannya.



Karena kelezatannya dan cara pembuatannya yang cukup sederhana, Tum Ayam menjadi salah satu menu favorit dalam berbagai kesempatan, baik dalam hidangan sehari-hari maupun sebagai bagian dari sajian tradisional di acara-acara khusus di Bali.




4. Lawar Ayam


(shutterstock/Ketut Mahendri)




Lawar Ayam adalah salah satu hidangan tradisional khas Bali yang sangat populer, terutama karena cita rasanya yang kaya akan rempah dan teksturnya yang beragam. Hidangan ini merupakan perpaduan antara daging ayam yang dicincang halus dengan berbagai sayuran segar, yang kemudian dibumbui menggunakan aneka rempah khas Bali.



Pada versi halal dari lawar ini, daging ayam digunakan sebagai bahan utama, menggantikan daging babi yang biasa digunakan dalam variasi lainnya. Daging ayam yang telah dicincang dicampurkan dengan kacang panjang yang diiris tipis, parutan kelapa yang telah disangrai, serta bumbu khas seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah dan rawit, kencur, terasi, serta perasan jeruk limau untuk menambah kesegaran rasa.



Proses pembuatannya cukup sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian dalam mencampur bumbu agar cita rasa lawar tetap autentik. Setelah semua bahan dicampur, lawar ayam biasanya disajikan sebagai pelengkap nasi putih bersama hidangan utama seperti ayam betutu atau sate lilit.



Lawar ayam memiliki kombinasi rasa yang gurih dari kelapa sangrai dan daging ayam, pedas dari cabai, serta sedikit asam segar dari jeruk limau. Teksturnya pun beragam, dengan kelembutan daging ayam yang berpadu dengan kerenyahan kacang panjang. Hidangan ini sering kali menjadi pilihan dalam berbagai upacara adat Bali atau acara keluarga karena melambangkan kebersamaan dan kekayaan budaya kuliner Bali.

Jika Anda ingin mencoba hidangan khas Bali yang sederhana namun kaya rasa, lawar ayam bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dinikmati bersama keluarga.




5. Sate Kakul (Kerang)


/https://www.agrowindo.com/


Sate Kakul adalah salah satu kuliner khas Bali yang menggunakan bahan utama daging kerang atau kakul, yaitu sejenis siput air tawar. Proses pembuatannya dimulai dengan membersihkan kerang hingga benar-benar bersih, kemudian direbus sebentar agar teksturnya lebih empuk. Setelah itu, daging kerang diberi bumbu khas Bali yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai, ketumbar, kunyit, jahe, serta sedikit terasi untuk menambah cita rasa gurih.



Setelah dibumbui, daging kerang ditusukkan pada tusukan sate, biasanya menggunakan tusuk bambu atau batang serai agar aroma bakaran lebih harum. Sate kemudian dibakar di atas bara api hingga matang, sambil sesekali diolesi dengan bumbu tambahan agar rasanya semakin meresap dan teksturnya tetap juicy.



Hidangan ini biasanya disajikan dengan pelengkap seperti sambal matah yang segar, sambal kacang yang gurih, atau sambal terasi yang memiliki cita rasa khas. Tak jarang, sate kakul juga disantap bersama nasi putih hangat, plecing kangkung, dan taburan bawang goreng agar semakin nikmat. Perpaduan rasa gurih dari bumbu, aroma asap dari pembakaran, serta kelembutan daging kerang menjadikan sate kakul sebagai salah satu hidangan favorit para pecinta seafood dan kuliner khas Bali.

 


Iklan

**** UPDATE INFORMASI TERBARU - TRENDING-PENDIDIKAN-KESEHATAN-OLAHRAGA-HOBI-IDE USAHA 2025 ****

Iklan

****BERBAGI INFORMASI-PENDIDIKAN-OLAHRAGA-KESEHATAN-LOWONGAN KERJA****
Informasi lowongan kerja terbaru

Informasi lowongan kerja terbaru

lowongan kerja- terbaru 2025

Lowongan Kerja Terbaru - Jateng-Soloraya-Jatim-Surabaya-Malang-Kediriraya

- BERITA OLAHRAGA -

**** UPDATE INFORMASI TERBARU - TRENDING- DUNIA PENDIDIKAN- ****
Latest Dunia Pendidikan
×
Berita Terbaru Update